Kalau kamu pernah lihat foto bangunan besar berbentuk ayam raksasa di tengah perbukitan hijau Borobudur dan bertanya, “Itu apa sih?”, jawabannya adalah Gereja Ayam Bukit Rhema — salah satu destinasi paling ikonik dan unik di Magelang.
Meski disebut “gereja ayam”, bentuknya sebenarnya bukan ayam, melainkan merpati, simbol kedamaian dan kasih. Tapi ya, karena dari jauh terlihat seperti ayam dengan jambul di kepala, akhirnya masyarakat sekitar menjulukinya Gereja Ayam — dan nama itu malah melekat sampai sekarang!
Selain bentuknya yang unik, tempat ini juga punya cerita menarik dan makna spiritual yang dalam. Dari puncaknya, kamu bisa menikmati pemandangan luar biasa: Candi Borobudur dari kejauhan, kabut tipis yang menyelimuti pegunungan, dan suasana pagi yang damai banget. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang keindahan dan kisah di balik Gereja Ayam Bukit Rhema ini!
Lokasi dan Cara Menuju Bukit Rhema
Gereja Ayam terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sekitar 3 km dari Candi Borobudur. Lokasinya berada di atas perbukitan, jadi perjalanan ke sana sedikit menanjak, tapi pemandangannya benar-benar worth it!
Dari area parkir bawah, kamu bisa jalan kaki sekitar 10-15 menit melewati jalan setapak dengan pemandangan sawah dan hutan bambu, atau naik jeep wisata / ojek lokal dengan tarif sekitar Rp15.000–20.000 per orang.
Kalau kamu datang pagi-pagi sekitar jam 05.30–06.00, kamu bisa menikmati sunrise dari puncak bukit. Cahaya matahari yang muncul di antara Gunung Merbabu dan Merapi, plus kabut tipis yang melayang di atas Borobudur, bikin suasana magis banget.
Sejarah dan Cerita di Balik Gereja Ayam
Kisah berdirinya Gereja Ayam dimulai dari tahun 1989, ketika seorang pria bernama Daniel Alamsjah mendapat panggilan rohani melalui mimpi. Dalam mimpinya, ia melihat sebuah rumah doa berbentuk burung merpati di atas bukit.
Meski awalnya dianggap aneh, Daniel mengikuti panggilan itu. Ia membeli tanah di Bukit Rhema dan mulai membangun rumah doa ini dengan bantuan masyarakat sekitar. Proses pembangunannya penuh perjuangan — sempat terhenti karena dana habis, bahkan dianggap proyek gagal selama beberapa tahun.
Namun semangat Daniel dan dukungan masyarakat membuat Gereja Ayam akhirnya selesai dibangun dan kembali hidup sebagai destinasi wisata rohani dan budaya.
Bangunan ini dirancang bukan hanya untuk umat Kristen, tapi sebagai “Rumah Doa Bagi Segala Bangsa”, tempat bagi siapa pun yang ingin berdoa dan mencari kedamaian. Jadi, siapa pun — dari agama apa pun — boleh masuk dan berdoa di sini.
Mengapa Disebut Gereja Ayam?
Nah, ini bagian yang sering bikin wisatawan penasaran. Bentuk bangunan yang besar dan menjulang tinggi ini memang mirip ayam jantan dengan jambul merah di kepala, tapi seperti disebut tadi, Daniel sebenarnya ingin membuat bentuk burung merpati yang melambangkan perdamaian dan kasih Tuhan.
Namun masyarakat sekitar lebih mudah menyebutnya “Gereja Ayam” — dan seiring waktu, nama itu justru menjadi ikon dan daya tarik tersendiri. Sekarang, siapa pun yang berkunjung ke Borobudur pasti tahu: “Belum lengkap kalau belum foto di Gereja Ayam!”
Menikmati Keindahan dari Puncak Mahkota
Bagian paling menarik dari kunjungan ke Bukit Rhema tentu adalah puncak mahkota Gereja Ayam. Dari sini, kamu bisa melihat pemandangan 360 derajat yang luar biasa — mulai dari Candi Borobudur di kejauhan, hamparan sawah, hingga barisan pegunungan di utara dan selatan.
Banyak pengunjung datang pagi hari untuk menikmati sunrise di sini. Cahaya matahari yang perlahan menembus kabut tipis menciptakan nuansa mistis sekaligus damai. Kalau cuaca cerah, kamu juga bisa melihat siluet Candi Borobudur yang megah dari kejauhan — momen yang wajib banget diabadikan! 📸
Ngopi Asik di Bukit Rhema
Setelah naik turun tangga dan menikmati pemandangan, jangan langsung pulang dulu. Di bawah bangunan utama, ada Kedai Bukit Rhema, sebuah kafe kecil yang super cozy.
Yang bikin unik, kafe ini menyajikan kopi lokal Magelang dan singkong goreng khas Bukit Rhema — resep turun-temurun dari masyarakat sekitar. Rasanya gurih, lembut, dan cocok banget jadi teman ngopi sambil menikmati udara sejuk pegunungan.
Harga makanannya juga terjangkau:
-
Kopi hitam / cappuccino lokal: Rp15.000 – Rp20.000
-
Singkong goreng keju madu: Rp10.000 – Rp15.000
Selain itu, di area ini juga sering ada pameran karya seni lokal seperti lukisan, foto, dan kerajinan tangan yang dibuat warga desa sekitar.
Gugahan Kreativitas dan Spirit Lokal
Gereja Ayam bukan cuma tempat wisata spiritual, tapi juga ruang ekspresi kreatif masyarakat sekitar Borobudur. Banyak anak muda desa ikut mengelola tempat ini — dari pemandu wisata, pengrajin souvenir, hingga barista di kafe.
Mereka tidak hanya menjaga keindahan alam dan bangunan, tapi juga menghadirkan suasana ramah dan kekeluargaan bagi setiap pengunjung. Setiap senyum dan sapaan hangat mereka mencerminkan semangat masyarakat Borobudur yang cinta budaya dan terbuka untuk siapa saja.
Estimasi Biaya Liburan ke Gereja Ayam Bukit Rhema
Biar kamu bisa merencanakan kunjungan dengan nyaman, berikut estimasi biayanya:
| Kebutuhan | Estimasi Biaya (Rp) |
|---|---|
| Tiket masuk Gereja Ayam | 25.000 – 30.000 |
| Parkir kendaraan | 5.000 – 10.000 |
| Ojek / Jeep wisata ke puncak | 15.000 – 20.000 |
| Kopi dan camilan di Bukit Rhema Café | 25.000 – 30.000 |
| Oleh-oleh (souvenir lokal / gantungan kunci) | 15.000 – 25.000 |
| Total Perkiraan | ±100.000 – 120.000 per orang |
Kalau kamu datang bareng keluarga atau teman, tentu bisa lebih hemat. Beberapa agen wisata Borobudur juga menyediakan paket kunjungan termasuk Gereja Ayam, Candi Borobudur, dan Desa Wisata Wanurejo — mulai dari Rp250.000 per orang (termasuk transportasi lokal dan guide).
Transportasi Menuju Gereja Ayam Bukit Rhema
-
Dari Yogyakarta (±1,5 jam)
-
Naik bus ke Magelang (Rp25.000–30.000), lalu lanjut ojek ke Bukit Rhema.
-
Alternatif: sewa motor atau mobil pribadi lewat Jalan Magelang-Borobudur.
-
Waktu terbaik berangkat: pukul 04.00 pagi kalau ingin menikmati sunrise.
-
-
Dari Kota Magelang (±45 menit)
-
Gunakan motor atau mobil pribadi ke arah Borobudur.
-
Ada juga angkutan lokal ke Blondo, lanjut ojek ke Bukit Rhema.
-
-
Sewa Jeep Wisata Borobudur
-
Banyak penyedia jeep di sekitar Candi Borobudur.
-
Paket wisata Bukit Rhema + Punthuk Setumbu + Svargabumi sekitar Rp350.000 – 450.000 per jeep (muat 3–4 orang).
-
Penutup: Lebih dari Sekadar Destinasi, Ini Simbol Kedamaian
Gereja Ayam Bukit Rhema bukan sekadar bangunan unik di atas bukit, tapi simbol kedamaian dan semangat manusia untuk mencari makna hidup. Dari tempat ini, kamu bisa melihat betapa indahnya perpaduan antara iman, alam, dan seni arsitektur lokal.
Jadi, kalau kamu sedang berlibur ke Borobudur, jangan lupa sempatkan mampir ke Bukit Rhema. Nikmati udara pagi, secangkir kopi hangat, dan panorama yang bikin tenang. Siapa tahu, dari atas puncak Gereja Ayam ini, kamu juga menemukan kedamaian yang selama ini kamu cari.
